Satu sistem, enam aset nyata, 10 minggu: AI Playbook, Student OS, project, portfolio, career assets, sampai komunitas — semua kamu bawa pulang sekaligus. Bukan kursus tools yang selesai lalu lupa. Sebuah sistem yang terus kamu pakai.
Kalau kamu ngerasa relate sama salah satu ini, kamu bukan satu-satunya.
Ada ratusan tools AI di luar sana. Yang mana yang benar-benar penting buat kamu?
Tugas, organisasi, proyek, deadline — semuanya numpuk tanpa sistem yang jelas.
Kamu udah coba banyak AI tools, tapi nggak ada yang jadi kebiasaan kerja beneran.
Kamu tahu butuh pengalaman buat CV, tapi bingung harus membangun apa.
Bangun cara berpikir untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi AI apa pun.
→Pakai AI untuk merapikan cara kamu mengatur kuliah dan aktivitas harian.
→Ubah proses belajar itu menjadi proyek nyata yang bisa ditunjukkan.
→Presentasikan hasil kerjamu di Demo Day sebagai bukti kemampuan.
Framework yang bisa kamu pakai ulang untuk tools AI apa pun, kapan pun.
Sistem personal untuk mengatur prioritas, rencana, dan eksekusi.
Proyek nyata yang dibangun selama program, bukan latihan kosong.
Showcase konkret dari apa yang benar-benar bisa kamu lakukan.
Fondasi untuk CV, LinkedIn, dan cara kamu bercerita soal kemampuanmu.
Teman satu cohort yang saling kasih feedback dan terus terhubung setelah program selesai.
Kamu juga akan menerima sertifikat penyelesaian.
Catatan: sertifikat adalah bonus, bukan tujuan utama program ini. Yang utama adalah sistem, skill, dan bukti kemampuan di atas.
Waktu yang dibutuhkan sekitar 3–4 jam per minggu, tergantung seberapa dalam kamu mengembangkan proyekmu.
Kamu nggak perlu bikin tugas buatan. Materi latihanmu adalah hal-hal yang sudah kamu jalani sehari-hari.
Kenapa nggak belajar dari YouTube aja? YouTube bisa kasih kamu informasi. Program ini dirancang untuk transformasi: jalur belajar terstruktur, praktik langsung, feedback, akuntabilitas, dan output nyata.
Tools akan terus berubah. Kemampuan untuk belajar dan beradaptasi adalah skill yang bertahan lama.
Kamu cuma perlu tahu harus mulai dari mana, cara belajar yang benar, dan cara mengubah AI jadi leverage buat hidup kuliahmu.
Ini bukan sekadar kelas ChatGPT. Anak Anda akan bekerja menuju literasi AI, kebiasaan kerja yang terstruktur, kemampuan memprioritaskan, proyek yang praktis, portofolio, dan persiapan karier.
Belajar AI dari satu channel, cari template productivity dari channel lain, bikin portfolio tanpa arah, dan networking sendiri-sendiri. Semua itu bisa dilakukan sendiri. Yang susah dicari sendiri adalah sistem yang menyatukan semuanya jadi satu jalur — dengan feedback dan struktur di setiap langkah.
Nyoba AI tools satu-satu, nggak tahu mana yang worth dipelajari, capek duluan sebelum sempat serius.
VS DENGAN AI STUDENT OSFramework yang langsung bisa dipakai ke tools apa pun, sekarang dan nanti.
Deadline numpuk, prioritas kacau, energi habis buat hal yang nggak penting.
VS DENGAN AI STUDENT OSStudent OS pribadi yang kamu pakai terus sampai lulus kuliah.
CV kosong, portofolio nggak ada, giliran ditanya recruiter "apa yang pernah kamu bangun?" — diam.
VS DENGAN AI STUDENT OSProject nyata dan portfolio yang bisa langsung kamu tunjukkan.
Nggak tahu cara cerita soal diri sendiri ke recruiter — LinkedIn kosong, CV generik.
VS DENGAN AI STUDENT OSFondasi career assets siap dikembangkan jadi CV, LinkedIn, dan personal narrative.
Belajar sendirian, nggak ada yang ngasih feedback, gampang berhenti di tengah jalan.
VS DENGAN AI STUDENT OSSatu cohort yang saling dorong, kasih feedback, dan terus terhubung setelahnya.
10 minggu berlalu tanpa hasil yang bisa ditunjukkan — cuma "sempat coba-coba AI".
VS DENGAN AI STUDENT OS10 minggu berujung ke Demo Day: karya nyata yang kamu presentasikan sendiri.
Kursi tiap cohort sengaja dibatasi — bukan gimmick, tapi supaya mentor bisa kasih feedback ke tiap peserta, bukan cuma ke layar penuh orang.
AI STUDENT ACCELERATOR
Learn AI. Organize Your Work. Build Your Portfolio.